Dalam mendorong peningkatan investasi ini, Kemenperin sudah menawarkan sejumlah kawasan industri untuk menampung para investor tersebut.
Pada
periode Januari-September 2018, Jepang merupakan investor kedua
terbesar di Indonesia dengan nilai mencapai USD3,8 miliar untuk 2.731
proyek. Kemudian, lebih dari 1.600 perusahaan Jepang yang beroperasi
selama ini telah membuka lapangan pekerjaan bagi lima juta penduduk
Indonesia.
“Selain itu, kami berupaya untuk menjalin kerja sama di bidang vokasi. Misalnya, meningkatkan kemampuan tentang desain tekstil, dengan menghadirkan ahli tekstil atau desain IT dari Jepang ke Indonesia,” tuturnya.
Ini bisa diaplikasikan di Politeknik STTT Bandung, agar para ahli tekstil dari Jepang itu memberikan transfer pengetahuan kepada para pengajar atau instruktur di sekolah milik Kemenperin tersebut, sehingga dapat mencetak SDM berkualitas sesuai kebutuhan era industri 4.0.
Di tengah perkembangan ekonomi digital, Menperin pun mengajak pelaku IKM nasional agar dapat memanfaatkan teknologi terkini guna meningkatkan produktivitas dan memperluas pasarnya.
Dalam hal ini, Kemenperin telah memfasilitasi melalui program restrukturisasi mesin dan peralatan serta program e-Smart IKM.














