JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya agar potensi hasil laut Indonesia mampu dimanfaatkan secara maksimal.
Salah satu upayanya dilakukan oleh Balai Diklat Industri (BDI) Makassar dengan membina masyarakat di daerah pesisir dalam mengolah rumput laut dan ikan melalui kegiatan Inovasi Pendidikan dan Pelatihan On site Diversifikasi Olahan Rumput Laut dan Ikan di Daerah Pesisir (Ikan Dori).
“Dalam diklat ini, peserta dibekali pengetahuan mengolah rumput laut dan ikan agar bernilai jual tinggi, sehingga bisa meningkatkan perekonomian,” kata Kepala Balai Diklat Industri (BDI) Makassar, C. Elisa Martina Katili, Selasa (30/6).
Diklat ‘Ikan Dori’ yang dimotori oleh balai di bawah naungan Kemenperin tersebut menggandeng peserta dari berbagai kabupaten dan kota dengan tujuan menciptakan pengusaha-pengusaha muda baru di wilayah pesisir Indonesia.
Para peserta antara lain berasal dari Kabupaten Bone, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Nukukan, Kabupaten Mempawah, Kota Kendari, Kota Singkawang, dan Kota Pontianak.
BDI Makassar terus melakukan berbagai inovasi dan pengembangan dalam sistem diklat ‘Ikan Dori’.
Hingga Februari 2020, telah dilakukan penyesuaian skema aneka olahan rumput laut dan aneka olahan ikan dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) terbaru dan penyusunan modul, serta perangkat assessment skema pengolahan ikan tuna segar beku.














