“Inovasi tersebut diharapkan akan mampu memberikan dampak positif serta multiplier effect bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat pesisir,” ungkapnya.
Inovasi sitem Diklat tersebut telah membawa ‘Ikan Dori’ lolos sebagai Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 dan 15 Finalis Kelompok Khusus Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020 yang digelar oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
Selanjutnya, ‘Ikan Dori’ akan kembali mengikuti seleksi pada tahap presentasi dan wawancara untuk mencapai peringkat Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 dan 5 Outstanding Achievment of Public Service Innovation 2020 yang dimulai pada 29 Juni 2020.
‘Ikan Dori’ telah mendorong perubahan berbagai aspek bagi para peserta diklat. Sebagai contoh, aspek sosial dengan meningkatnya kemampuan menyerap tenaga kerja, dari dua hingga tiga orang pekerja sebelum inovasi, menjadi hingga lima orang setelahnya.
“Meningkatnya penyerapan tenaga kerja tentunya berkontribusi mengurangi tingkat pengangguran, sekaligus meningkatnya peran kelembagaan masyarakat dalam wujud kelompok-kelompok usaha dan terwujudnya program masyarakat hasil kolaborasi dari berbagai sektor, di antaranya lembaga pemerintahan, industri dan masyarakat pesisir,” paparnya.














