Dari segi ekonomi, rata-rata penghasilan pelaku usaha yang sebelumnya berkisar antara Rp2 juta hingga Rp4 juta per bulan bisa meningkat menjadi Rp5 juta hingga Rp8 juta setiap bulannya dengan inovasi ‘Ikan Dori’.
Selain itu, tenaga kerja aneka olahan ikan yang sebelumnya mendapat Rp400 ribu per minggu memperoleh peningkatan penghasilan menjadi Rp650 per minggu.
Sedangkan penghasilan tenaga kerja aneka olahan rumput laut naik dari Rp320 ribu menjadi Rp520 ribu per minggu.
“Pelatihan ini juga memanfaatkan bahan baku utama yang tersedia di daerah pesisir pantai secara maksimal,” sebut Kepala BDI Makassar.
Diklat ‘Ikan Dori’ juga berdampak positif pada permintaan bahan baku serta penghasilan nelayan dan petani rumput laut.
Permintaan bahan baku yang semula 42 kilogram dengan nominal sekitar Rp1,2 juta per minggu meningkat menjadi 60 kilogram dengan nominal sekitar Rp1,8 juta per minggu.
Sementara itu, permintaan rumput laut meningkat dari 7 kilogram dengan nominal sekitar Rp133ribu per minggu menjadi 10 kilogram atau Rp190 ribu per minggu per Industri Kecil Menengah (IKM).
“Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja masyarakat pesisir,” imbuhnya.














