JAKARTA – Industri fesyen kini menjadi salah satu sektor yang memiliki pengaruh besar terhadap gaya hidup masyarakat sekaligus memiliki tantangan dalam pelestarian lingkungan.
Oleh karena itu, industri fesyen juga dituntut untuk bertransformasi menuju industri yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Dengan kekayaan budaya wastra dan kreativitasnya, pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor fesyen memiliki potensi besar untuk menerapkan konsep industri berkelanjutan,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (9/9).
Menurut Menperin, transformasi ini tidak hanya mendukung pengurangan dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru yang melibatkan komunitas lokal, desainer muda, hingga pelaku IKM di berbagai daerah.
“Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) terus mengupayakan strategi pengembangan industri fesyen yang mendukung pertumbuhan industri ramah lingkungan,” tuturnya.
Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita menyampaikan, guna mempercepat transformasi di industri fesyen ini, diperlukan upaya membangun kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, komunitas, pelaku usaha kreatif, dan pihak swasta.















