Pasangan yang dihasilkan dari proses matchmaking tersebut adalah PT. Armeta Kreasi Mandiri dengan PT. Trimitra Nusantara Sakti, PT. Eran Plastindo Utama dengan Ragdalion Technology, PT. Arkha Industries Indonesia dengan PT. Sopwer Teknologi Indonesia, serta PT. Laksana Tekhnik Makmur dengan PT. Sopwer Teknologi Indonesia.
Selanjutnya, PT. FNF Metalindo Utama dengan Ragdalion Technology, PT. Itori Kreasindo Perkasa dengan PT. Stechoq Robotika Indonesia, PT. Sebastian Jaya Metal dengan PT. Takodam Ciptamandiri Nusantara, dan PT. Sugi Jaya Utama dengan PT. MyEco Teknologi Nusantara.
Dini menambahkan, setiap startup yang terpilih akan melaksanakan proyek implementasi teknologi di IKM komponen otomotif yang dibiayai oleh JICA.
“Adapun total anggaran untuk delapan proyek implementasi teknologi tersebut adalah sebesar Rp1,2 miliar rupiah,” imbuhnya.
Dini juga menyampaikan, pihaknya mengapresiasi atas inisiatif dan kolaborasi yang digagas oleh tim JICA, tidak saja hanya fasilitasi dalam bentuk implementasi teknologi kepada IKM komponen otomotif, namun juga dalam hal pemberdayaan startup binaan kemenperin sebagai penyedia teknologinya.
“Semoga para startup mampu memberikan solusi yang terbaik dan para IKM komponen otomotif untuk selanjutnya dapat memanfaatkan dan meneruskan proses digitalisasi di perusahaannya,” ujarnya.














