Dapat disampaikan, pada tahun 2012, IKM di Yogyakarta mencapai hasil produksi sebesar Rp 241 milyar, dimanakontribusi terbesar dari Kabupaten Sleman yang mencapai Rp 79 milyar dengan 215 unit usaha dan 1.918 tenaga kerja.
Sementara itu, jenis IKM yang tersebar di Kabupaten Sleman, meliputi industri hasil pertanian, hasil perkebunanserta industri batik yang menjadi produk unggulan kabupaten Sleman dan menjadi salah satu penyokong ekspor untuk Yogyakarta.
“Batik Sleman bisa dijadikan komoditas yang menguntungkan,mengingat kualitas dan motifnya sangat unik karena memang hanya ada satu motif yang khas dari batik Sleman, yaitu motif batik Parijotho yang merupakan tumbuhan ciri khas lereng merapi, dan hanya ada di lereng merapi dengan warna dasar alam dan motif salak yang keduanya menjadi ikon batik Sleman,” tegas Dirjen IKM.
Selanjutnya, Dirjen IKM mengatakan, Yogyakarta memiliki banyak potensi industri kreatif diantaranya industri fesyen, kerajinan, seni pertunjukan dan makanan (kuliner).
Yogyakarta mempunyai lebih 400 macam corak batik, dan batik adalah komoditas ekspor utama Yogyakarta.
Pada produk kerajinan, terdapat berbagai kerajinan yang terkenal khas seperti kerajinan kayu dari Desa Kerebet, kerajinan kulit dari Desa Manding dan kerajinan perak dari Kota Gede.












