Sedangkan, produk ekspor andalan Yogyakarta meliputi produk olahan kulit, tekstil dan kayu, dimana tekstil mempunyai nilai ekspor tertinggi.
Dengan berbagai potensi yang ada tersebut, pemerintah daerah maupun pusat akan terus mendukung dan memberikan fasilitasi untuk para pelaku industri kreatif.
Hal ini terbukti dengan meningkatnya jumlah tenaga kerja muda terdidik dengan spesialisasi, lembaga-lembaga pendidikan terkait dengan industri kreatif, dan komunitas di berbagai bidang kreatif yang telah mengisi berbagai warna positif untuk Indonesia, baik ajang event dalam negeri maupun luar negeri.
Dirjen IKM menegaskan, IKM merupakan salah satu sektor yang cukup kuat untuk mendukung pertumbuhan perekonomian di suatu wilayah.
“Sektor ini mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan juga memberikan dampak ekonomi secara langsung pada kehidupan masyarakat sekitarnya”. Terkait dengan hal tersebut, harus terus dilakukan upaya meningkatkan kecintaan pada produk dalam negeri, terutama produk IKM agar menjadi komoditas perdagangan yang memiliki daya saing tinggi. “Bukan hanya pada persaingan usaha dalam negeri tapi terlebih lagi pada persaingan antar negara, dalam mengisi pasar domestik maupun ekspor,terlebih dalam waktu yang tidak terlalu lama akan segera masuk Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) yang tidak bisa dihindarkan,” tegas Menperin.












