Gati meyakini, pengoptimalanpada pemanfaatan fasilitas KITE IKM mampumendorong pertumbuhan industri nasional.Pada tahun 2018,Kemenperin telah mematok pertumbuhan sektor industri sebesar 5,67 persen. “Berdasarkan data kontribusi output sektor IKM tahun 2017, target pertumbuhan sektor IKM pada tahun 2018 sekitar 5,7-6,1 persen,” ucapnya.
Sementara itu,kontribusi ekspor nonmigas telah menyumbang 90,67 persen dari total ekspor tahun 2017, dengan partisipasi sektor industri sebesar 74,10 persen. Ekspor industri pengolahan mengalami kenaikan yang signifikan pada tahun 2016 ke 2017 sebesar 13,14 persen, dari USD110,5 miliar menjadi USD125,0 miliar.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, pihaknya terus melakukan pembinaan dan pengembangan terhadap sektor IKM dalam rangka penguatan struktur industri nasional. Untuk itu, Kemenperin terus mendorong penumbuhan populasi IKM sesuai dengan sektor prioritas yang juga tengah dipacu kepada industri skala besar.
“Kami melakukan fasilitasi peningkatan kemampuan terhadap 43 sentra IKM, yangmeliputi sentra IKM pangan, barang dari kayu dan furnitur, sentra IKM kimia, sandang, aneka dan kerajinan, sertasentra IKM logam, mesin, elektronika dan alat angkut,” tuturnya.















