Dengan pendidikan vokasi berbasis kompetensi yang didukung kedua perusahaan, para peserta mendapatkan pelatihan intensif selama 6 bulan termasuk program pemagangan selama 4 bulan di industri ketenagalistrikan.
Setelah selesai, para peserta program kelas vokasi mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan Ikatan Ahli Teknik Ketenalistrikan Indonesia (IATKI), kemudian para lulusan tersebut masuk ke dalam database asosiasi pembangkit listrik di Indonesia.
“Setelah
mendapatkan sertifikasi kompetensi, nantinya seluruh peserta pelatihan
benar-benar siap untuk bekerja pada berbagai proyek pembangkit listrik,”
jelas Haris.
Program
vokasi di Cirebon Power sudah berjalan sejak pertengahan tahun 2018.
Hingga sekarang, 19 siswa telah mendapatkan sertifikat kelulusan dengan
persyaratan menjalani 4.800 jam kerja praktik atau on job training di pembangkit Cirebon Power. Dua siswa terbaik langsung diterima bekerja di PT Cirebon Power.
“Kami berharap, PT Cirebon Power terus memfasilitasi penempatan kerja dan memprioritaskan para lulusan dalam mendukung pembangunan proyek pembangkit listrik yang dijalankan,” imbuh Haris.
Lebih lanjut, pembangunan SDM juga bertujuan mengimbangi pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan sebelumnya oleh pemerintah.















