Untuk tol Bakauheni-Terbanggi Besar lahannya diharapkan selesai 2016. Sedangkan konstruksinya ditargetkan rampung 2018 dengan menghabiskan dana sekitar Rp 16,9 Triliun. Tol ini pengerjaannya dibagai 3 seksi (Pelabuhan Bakauheni-Interchage (IC) Sidomulyo, IC Sidomulyo- IC Branti dan IC Brant- IC Terbanggi Besar. Begitu pula untuk pengerjaan tol Palembang-Indralaya juga dibagi 3 seksi (seksi Palembang-IC Pamulutan, IC Pamulutan- IC KTM dan IC KTM-Indralaya). “Investasi yang disiapkan pengerjaan untuk tol ini mencapai sekitar Rp 3,3 Triliun,” ujarnya.
Dirut PT. Hutama Karya (Persero) menjelaskan, kedua ruas tol tersebut lahannya sudah harus selesai akhir tahun ini. Dan konstruksinya diharapkan rampung 2017. PT. Hutama Karya yang menggarap ruas tol ini mendapat hak pengusahaan (konsesi) masing-masing selama 40 tahun terhitung sejak penerbitan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). “Untuk Ruas Tol Soreang– Pasir Koja akan menjadi penghubung Kota Bandung dan Bandung Selatan. Dibangun untuk mendukung pelaksanaan PON XVI di Jawa Barat dengan investasi sebesar Rp 1,51 Triliun,” pungkasnya.















