JAKARTA-Kementerian Pertanian (Kementan) sudah mengembangkan pasar lelang cabai di 20 kabupaten guna mengantisipasi gejolak harga dan untuk mendapatkan harga tinggi. Dari 20 kabupaten tersebut, yang sudah berjalan sudah ada di 13 kabupaten, diantaranya di Sleman, Kulon Progo, Temanggung, Magelang, Karanganyar dan Tuban.
Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura, Suwandi mengatakan, pasar lelang ini digelar tiap sore. Manfaat pasar lelang (cabai, red) cukup banyak. Diantaranya membantu petani mendapatkan harga yang tertinggi.
“Selain itu, pasar lelang ini juga membantu menjaga pasokan dan harga di tingkat petani,” ujar Suwandi, di sela Halal Bihalal yang digelar Asbenindo, di Hotel Aston TB Simatupang Jakarta (25/6/2019).
Menurut Suwandi, petani yang ikut pasar lelang bisa mendapatkan kepastian harga pada sore itu juga. Sebab, tiap sore hasil panennya bisa dibawa ke pasar lelang yang sudah disepakati bersama antar pembeli dan petani.
“Nantinya penawar tertinggi yang diterima dalam lelang tersebut. Petani juga bisa memanfaatkan WhatsApp (WA) untuk mendapatkan informasi berapa harga tertinggi cabai sore itu,” jelas Suwandi.
Suwandi mengatakan, pasar lelang yang sudah dikembangkan di 13 kabupaten tersebut rata-rata sudah berjalan dengan baik.














