Terkait skema bisnis, ia meminta para pengusaha UMKM agar dapat memenuhi standardisasi yang telah ditetapkan oleh para agregator.
“Mekanisme yang nanti dijalankan adalah B2B (BusinesstoBusiness), jadi standardisasi disesuaikan dengan kebutuhan agregator seperti apa,” kata Menteri Maman.
Pada waktu yang sama, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengapresiasi penguatan rantai pasok usaha mikro klaster oleh-oleh dengan retail modern dan Gerai Lengkong.
“Di tiap daerah yang dicari pengunjung biasanya adalah oleh-oleh khas daerah seperti durian ucok Medan. Kalau di Banten ini khasnya bandeng, mudah-mudahan bisa dengan mudah didapat di Gerai Lengkong,” kata Wagub Banten.
Senada disampaikan, Lista Hurustiati pendiri Gerai Lengkong mengatakan, pihaknya tidak hanya sekadar menjual produk UMKM, melainkan menjadi jembatan dalam mengampanyekan gerakan bangga membeli produk lokal.
“Karena itu adalah bentuk cinta kita terhadap karya bangsa sendiri. Di Gerai Lengkong, kami bukan hanya menjual, tapi menjadi jembatan.
Dan sebagai agregator UMKM, kami menampung, memasarkan, dan memperkenalkan produk-produk UMKM ke masyarakat secara luas,” kata Lista.
Ia juga berharap momentum ini menjadi wujud nyata, keberpihakan berbagai pihak seperti pemerintah, swasta, beserta stakeholder lain terhadap produk lokal, sebagai upaya penguatan rantai pasok yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.















