“Kami akan mengintensifkan pemantauan harga dan pasokan secara terus menerus, serta meningkatkan koordinasi dengan seluruh instansi terkait dan pelaku usaha yang berperan dalam stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan. Selain itu, Kementerian Perdagangan bersama dengan Dinas Perdagangan di daerah dan para pelaku usaha juga terus melaksanakan kegiatan Pasar Murah selama bulan puasa di berbagai kota di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.
Setelah meninjau Pasar Tradisional Kramat Jati, Mendag bersama rombongan melanjutkan peninjauan ke Pasar Induk Sayur Mayur Kramat Jati.
Kunjungan ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga dan kecukupan pasokan pangan segar hortikultura seperti cabe dan bawang karena Pasar Induk Kramat Jati merupakan barometer perkembangan harga untuk komoditas tersebut di DKI Jakarta.
Hampir 65% atau 99 pasar dari total 152 pasar di DKI Jakarta bersumber dari pasar induk tersebut sehingga pengaruhnya sangat signifikan terhadap perkembangan harga pasar tradisional di Jabodetabek dan sekitarnya.
Untuk puasa dan Lebaran tahun ini kata Mendag, masyarakat tidak perlu khawatir seperti pada tahun-tahun sebelumnya.
Pasalnya, harga dan pasokan komoditas hortikultura yang sering dikonsumsi masyarakat seperti cabe, bawang merah, bawang putih, serta sayur mayur di Pasar Induk Kramat Jati masih dalam batas normal.













