JAKARTA-PT Adaro Energy Tbk (ADRO) selama sembilan bulan pertama 2021 membukukan laba bersih mencapai USD420,9 juta atau mengalami kenaikan dibanding periode yang sama di 2020 senilai USD109,38 juta.
Berdasarkan laporan keuangan ADRO yang dipublikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (1/12), pertumbuhan laba bersih Adaro Energy tersebut ditopang oleh lonjakan nilai pendapatan usaha menjadi USD2,57 miliar dari USD1,95 miliar per Kuartal III-2020.
Seiring dengan kenaikan pendapatan tersebut, jumlah beban pokok pendapatan ADRO selama sembilan bulan pertama tahun ini meningkat menjadi USD1,6 miliar dari USD1,49 miliar pada periode yang sama di 2020.
Sehingga, laba bruto perseroan per kuartal ketiga tahun ini menjadi USD970,77 juta.
Adapun besaran laba usaha per Kuartal III-2021 tercatat sebesar USD764,98 juta atau lebih tinggi dibanding periode yang sama di 2020 senilai USD218,1 juta.
Sedangkan, laba sebelum pajak untuk periode yang berakhir 30 September 2021 adalah sebesar USD682,79 juta atau mengalami kenaikan dibanding periode yang sama di 2020 senilai USD166,77 juta.
Dengan jumlah beban pajak penghasilan (neto) per Kuartal III-2021 yang sebesar USD217,52 juta, maka laba periode berjalan yang dicatatkan ADRO menjadi USD465,27 juta.














