Kini kita melihat bayangan pola yang sama.
Sepuluh tahun berkuasa, Jokowi meninggalkan utang yang membengkak, proyek-proyek besar yang membebani rakyat, kemunduran demokrasi, bahkan pelecehan konstitusi.
Dan ada tanda-tanda ia akan pergi tanpa dimintai pertanggungjawaban.
Jika itu terjadi, bangsa ini kembali gagal belajar.
Kita membiarkan sejarah berulang: pemimpin yang merugikan rakyat bisa melenggang begitu saja.
Bahaya terbesarnya ada pada warisan yang ditinggalkan.
Setiap kali seorang penguasa lolos tanpa diadili, pesan yang sampai ke generasi berikutnya jelas: kekuasaan boleh disalahgunakan, hukum bisa dipelintir, rakyat bisa ditekan, asalkan kursi tetap aman.
Inilah lingkaran setan yang belum pernah kita putus sejak Orde Baru dan bisa terus berulang jika tidak ada keberanian untuk menghentikannya.
Mengadiili jokowi bukanlah sekedar amarah emosional saja, apalagii persoalan “kalah” dalam pemilu, mengadili jokowi adalah keberanian untuk kemudian melahirkan sebuah preseden bahwa seorang presiden pun tidak boleh kebal hukum, karena sejatinya kedaulatan kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat.
kita tentu mengingat bagaimana Soeharto terlepas dari 32 tahun kekuasaanya yang penuh dengan Korupsi, Kolusi, dan nepotisme, hingga akhir hayatnya tidak pernah dibawa ke balik jeruji atau bahkan meja pengadilan.














