Yang menjadi persoalan bukan hanya soal utang negara yang menumpuk atau proyek besar yang gagal.
Di balik semua itu ada wajah-wajah nyata: petani yang tanahnya hilang dirampas oleh korporat besar, buruh yang dipaksa menerima upah murah akibat kebijakan gagal, aktivis demokrasi yang dibungkam, keluarga kecil yang kehilangan masa depan akibat pendidikan yang dikomersialisasi.
Mereka inilah yang paling merasakan akibat dari kebijakan yang salah arah di era jokowi.
Jika Jokowi berani kita adili, pesan yang lahir sederhana tapi kuat: kekuasaan adalah Amanah kedaulatan rakyat, bukan hak istimewa. Siapa pun yang merugikan rakyat harus bertanggung jawab. Tapi jika ia dibiarkan lolos begitu saja, sejarah akan berulang.
Penulis Adalah Direktur Institut Marhaenisme 27














