Hadir dalam acara ini antara lain adalah Letjen TNI (Pur) Kiki Syahnakri (Ketum Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat-PPAD), Gus Fadel Irawan, DR J Kristiadi, M. Abdullah Darraz (Direktur Eksekutif Maarif Institute), Aris Sudjatmiko (Direktur PJT II), Mayjen TNI I. Nyoman Cantiasa (Danjen Kopassus yang baru), Marsma TNI Gustav Broogman (mewakili WAKASAU), Brigjen TNI Tri Hartanta Nugraha (Mabes AD), Franciscus Welirang (Pengusaha) PP Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), PP Pemuda Katolik, PP Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Keluarga Kawanua Katolik (KawKat), Caturida Meiwanto Doktoralina (Ketua Asosiasi Dosen dan Guru Indonesia Provinsi Banten), Mayjen TNI Ivan Pelealu (TAJI Strategis Lemhannas RI), Tuan Guru Udin (pengasuh pondok pesantren, Ishlaah Al-Ummah, Lombok Barat), Lily Wasitova (Ketua Program Working Group Vocational Education YIJ), DR Jimmy Usfunan (Universitas Udayana) dll.
“Kami mengawali budaya terimakasih kepada mereka yang sudah lanjut usia. Pak Sayidiman Suryohadiprojo usianya sudah 91 tahun. Dalam usia yang mendekati 100 tahun, beliau masih memikirkan negara dan bangsa dengan menerbitkan buku MASYARAKAT PANCASILA. Hal yang luar biasa. Ibu Martha Tilaar yang usianya lebih dari 80 tahun ternyata telah mempercantik wajah Indonesia melalui make-up bagi para anggota Paskibraka selama 32 tahun. Pak Jusuf Kalla beliau orang luar bisa karena dua kali menjadi Wapres untuk dua presiden yang berbeda. Sudah pasti selama dua kali menjadi Wapres, Pak Jusuf Kalla memberi warna dan arah perjalanan bangsa dan negara,” tegas Putut Prabantoro.













