Sebagai solusinya, pembangunan SPPG di wilayah tersebut akan menggunakan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ia memastikan bahwa seluruh wilayah target akan dapat diintervensi secara menyeluruh pada akhir tahun 2025.
“Sebanyak 1.837 SPPG yang sudah beroperasi, seratus persen merupakan kontribusi kemitraan. Mitra dipastikan akan kesulitan melaksanakan di daerah dengan penerima manfaat terbatas. Daerah seperti ini akan dilakukan dengan infrastruktur didanai APBN,” ucapnya.















