JAKARTA-Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman mengingatkan pemerintah mengantisipasi berbagai potensi kerawanan sosial menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, pada 9 Desember mendatang. Antisipasi sangat penting mengingat pilkada serentak ini merupakan pengalaman pertama bagi perjalanan demokrasi di Indonesia. “Jangan sampai pelaksanaan Pilkada serentak ini nanti justru menjadi bumerang bagi kita, dalam arti tidak berjalan sebagaimana mestinya. Itu akan memberikan citra yang buruk dalam proses demokrasi di Indonesia,” kata Marciano di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (23/6).
Karena itu, dia Marciano berharap seluruh pihak harus mempersiapkan diri menghadapi Pilkada, termasuk memperhitungkan berbagai potensi kerawanan yang muncul.
Menurutnya, proses demokrasi di Indonesia saat ini menghadapai tantangan sangat besar dengan adanya pilkada serentak. Tidak seperti biasanya, yaitu satu per satu tiap daerah menggelar Pilkada dalam waktu yang berbeda-beda. Namun dia memastikan, aparat keamanan telah siap mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi. “Dengan adanya Pilkada serentak ini diharapkan dalam satu masa semua selesai dan semua berjalan. Pertimbangannya, dalam satu masa semua selesai, semua berjalan,” ujarnya.













