JAKARTA-Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai, kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dilakukan pemerintah secara prudent menjadi faktor utama yang mampu menciptakan kepercayaan investor asing terhadap perekonomian Indonesia.
Menurut Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal dan Makro Ekonomi, Masyita Crystallin, saat ini yield obligasi maupun tren pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah mampu kembali ke jalurnya pada posisi sebelum terjadi crash di global financial market pada Maret 2020.
“Artinya, kita bisa melihat bahwa global investor cukup percaya dengan Indonesia yang bisa me-manage perekonomian secara prudent di tengah kondisi pandemi Covid-19,” kata Masyita dalam diskusi bertajuk “Investasi di Masa Pandemi” seperti disampaikan melalui kanal YouTube Forum Merdeka Barat 9 (FMB9), Jakarta, Kamis (15/10).
Dia menyampaikan, secara umum investor memandang bahwa kebijakan di bidang ekonomi dan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah sudah tepat.
Secara makroekonomi, lanjut Masyita, tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2020 tidak mengalami kontraksi yang dalam dibandingkan dengan negara peers.
“Kita bandingkan dengan negara tetangga. Sebagai contoh di Kuartal II-2020, Malaysia mengalami kontraksi ekonomi yang tumbuh negatif sebesar 17 persen, Filipina negatif sebesar 16,5 perseb dan India tumbuh negatif sebesar 23,9 persen. Artinya, kita masih lebih baik,” ucap Masyita.













