“Memang dari real sector, pemerintah juga mendorong penanaman modal foreign direct investment maupun domestic direct investment,” imbuhnya.
Pada kondisi yang memiliki ketidakpastian ini, Masyita mengatakan, masyarakat sebagai investor lebih menyukai untuk menempatkan dana di instrumen emas atau fixed income asset seperti government bond.
“Akan tetapi di jangka panjang, misalnya sektor jasa kesehatan akan baik demand-nya, maka saham-saham kesehatan akan lebih baik,” ucap Masyita.
Sedangkan, tegas Masyita, jika ingin berinvestasi jangka pendek, maka direkomendasikan untuk menempatkan modal di government bonds atau obligasi ritel negara (ORI), karena selain ikut berperan membantu pemulihan ekonomi, investor juga memiliki risiko rendah saat berinvestasi.
“Jadi, jangan takut berinvestasi di masa pandemi,” tegasnya.













