Sebelumnya, Kemendag juga telah melakukan beberapa program sebagai upaya pengembangan desain produk. P
ertama, kerja sama antara Kemendag dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam mengembangkan Program Design Dispatch Service (DDS) sejak 2012.
Program ini merupakan program pendampingan desainer kepada para UKM berorientasi ekspor untuk dapat mengembangkan produk sesuai target pasar ekspor.
Pada 2014, program ini melibatkan 27 UKM dan 15 orang desainer untuk mengembangkan produk furnitur dan kerajinan rotan, kain tenun, batik, home decoration, fesyen, perhiasan, gerabah, dan produk kulit.
Selain itu, Kemendag juga mengembangkan aplikasi Designer Database yang saat ini dalam tahap finalisasi.
Program ini fokus pada penyediaan database desainer Indonesia dengan tujuan mengumpulkan dan memberikan data/profil desainer profesional Indonesia secara komprehensif, memfasilitasi kebutuhan UKM ekspor terhadap informasi mengenai desainer, serta mempromosikan jasa desainer kepada para pemangku kepentingan.
“Kemendag menyelenggarakan Kompetisi Desain Rotan dan Bambu di tahun 2012. Pada tahun yang sama Kemendag juga berpartisipasi pada kegiatan Design ID yang diselenggarakan oleh Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII),” pungkasnya.














