Sementara itu, Putut Prabantoro meminta para rohaniwan-rohaniwati Katolik untuk tetap optimis dalam membangun persatuan bangsa melalui agama, budaya, suku dan adat istiadat.
Putut mengusulkan agar para pemuka agama menyosialisasikan pemikiran-pemikiran pluralisme dan nasionalisme dengan menulis di media masa. “Mencerahkan kehidupan bersama dalam konteks kerukunan beragama harus dapat dipertanggungjawabkan secara publik. Dengan menulis di media masa, bangsa Indonesia akan tercerahkan dan sekaligus terdorong untuk membangun persatuan Indonesia sebagaimana dicita-citakan para pendiri negara. Jadi menulis di media ukurannya bukanlah soal siapa tetapi soal substansi pemikiran yang ditelorkan,” tegasnya.
Menurutnya, opini itu tidak mengenal agama, suku ataupun ras. Opini di media, demikian ditegaskan Putut, akan memiliki nilai ketika bisa menggerakan orang lain untuk mencapai suatu tujuan yang positip. Oleh karenanya, adalah perlu bagi para pemuka agama untuk menguji secara publik pemikiran-pemikirannya














