Oleh: Eveline Haumahu – Chief Marketing Officer PT Manulife Aset Manajemen Indonesia
Menyiapkan dana pensiun bukan sekadar menabung.
Ini adalah perjalanan panjang yang membutuhkan strategi matang agar kita bisa menikmati masa tua dengan tenang.
Sayangnya, banyak orang Indonesia masih terjebak dalam pola pikir yang keliru, sehingga bekal pensiun mereka jauh dari optimal.
Berdasarkan Asia Care Survey 2025, kesalahan ini terjadi di hampir semua kelompok usia, baik yang masih muda maupun yang mendekati masa pensiun.
Kesalahan epik ini bisa berujung fatal: Hidup sengsara justru di saat tubuh tak lagi sekuat dulu. Yuk, kita pelajari agar kita terhindar dari kemungkinan bahaya ini.
Pensiun: Investasi 3 babak
Waktu berjalan terus, tidak bisa diulang. Ketika kita sampai di usia pensiun, segala yang kita siapkan di kala produktiflah yang menjadi bekal kita.
Untungnya, pensiun adalah salah satu tujuan investasi di mana kita punya waktu sangat panjang untuk mencapainya – ya walaupun itu juga tergantung kapan kita sadar harus mulai mempersiapkan.
Tahap pertama dari investasi untuk persiapan masa pensiun disebut babak akumulasi.
Di tahap ini, misi kita adalah menumbuhkan modal investasi melalui instrumen yang agresif dan fluktuatif. High risk, high return bisa jadi pilihan di babak ini.














