Saham atau reksa dana saham, emas, bahkan properti bisa jadi pilihan – asal dipahami benar risikonya. Setelah keriput bermunculan dan pensiun tinggal 3-5 tahun lagi, dimulailah tahap kedua yaitu babak preservasi.
Di babak ini misi utama adalah mengurangi risiko demi menjaga modal yang telah terkumpul.
Potensi laba lebih terbatas tak mengapa.
Di fase ini obligasi dan reksa dana pendapatan tetap bisa jadi alternatif yang baik.
Lalu, ketika usia sampai di ujung masa produktif, dimulailah tahap realisasi, di mana kita akan mulai mengonsumsi bekal pensiun sebagai ganti penghasilan yang tak lagi datang saban bulan.
Di tahap ini, bekal pensiun sebaiknya berbentuk sangat likuid dan mudah diakses, serta disiagakan dalam alternatif paling stabil dan bebas dari fluktuasi.
Di fase ini, deposito dan reksa dana pasar uang boleh dipertimbangkan sebagai wadah investasi.
Epic fail #1: Yang muda, yang konservatif.
Asia Care Survey 2025 menemukan bahwa responden Indonesia di populasi berusia produktif justru menempatkan >50% asetnya dalam bentuk tunai, dan nyaris tidak menikmati return sama sekali.
Instrumen tunai seperti rekening tabungan dirancang untuk kemudahan transaksi, bukan memberikan pertumbuhan, sehingga hanya menawarkan bunga sangat rendah.














