JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir tahun 2024 bekerja keras meredam gejolak untuk melindungi masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi.
Menurutnya, pendapatan negara tumbuh positif 2,1% yoy, sementara belanja negara tumbuh kuat 7,3% yoy,
Sedangkan keseimbangan primer negatif Rp19,4 triliun namun bergerak menuju positif, dan defisit anggaran terkendali dalam batas aman sebesar Rp507,8 triliun (2,29% PDB).
“Kinerja pendapatan negara tumbuh positif di tengah gejolak perekonomian global dan harga komoditas yang temoderasi,” jelasnya.
Realisasi sementara Pendapatan Negara dan Hibah mencapai Rp2.842,5 triliun (101,4% dari APBN) atau tumbuh 2,1% yoy, ditopang oleh Penerimaan Perpajakan yang tumbuh 3,6% yoy atau sebesar Rp2.232,7 triliun (96,7% dari target APBN) dan PNBP sebesar Rp579,5 triliun atau mencapai 117,8% dari target APBN.
Kinerja positif ini terutama didukung oleh aktivitas ekonomi, efektivitas reformasi perpajakan, optimalisasi pengelolaan SDA, meningkatnya kontribusi BUMN, serta inovasi layanan K/L dan kinerja BLU yang semakin baik.
Kinerja Belanja Negara tumbuh kuat 7,3% yoy, peran APBN sebagai shock absorber yang optimal terus mendukung pencapaian target pembangunan. Realisasi sementara Belanja Negara mencapai Rp3.350,3 triliun (100,8% dari APBN) atau tumbuh 7,3% yoy, terdiri atas realisasi Belanja Pemerintah Pusat Rp2.486,7 triliun (11,0% yoy) dan Transfer ke Daerah Rp863,5 triliun (7,7% yoy).














