Pada akhirnya, perbatasan bukan sekadar garis di peta atau simbol kedaulatan. Ia adalah ruang hidup, ruang perjumpaan, dan ruang harapan. Melalui pariwisata, budaya, dan interaksi manusia, batas-batas itu dapat berubah menjadi jembatan yang menghubungkan bukan hanya tanah, tetapi hati dan sejarah yang saling terikat.
Semoga langkah-langkah kecil hari ini menumbuhkan persaudaraan yang langgeng, perdamaian yang berkelanjutan, dan masa depan perbatasan yang manusiawi bagi generasi yang akan datang.*













