JAKARTA,BERITAMONETER.COM – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, meminta PT Agrinas Pangan Nusantara mengkaji ulang bahkan membatalkan rencana impor 105.000 mobil niaga dari India.
Ia menilai langkah tersebut bertentangan dengan semangat penguatan industri dalam negeri yang tengah didorong pemerintah.
Menurut Said, rencana aksi korporasi yang menggunakan dana APBN itu perlu dipertimbangkan secara matang.
Apalagi, Presiden Prabowo Subianto telah mencanangkan sejumlah program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDPM) yang bertujuan memperkuat perekonomian domestik, khususnya di pedesaan.
“MBG dan KDPM diharapkan mendorong tingkat permintaan bahan-bahan pangan yang bisa dipenuhi dari desa. Agar peningkatan permintaan bisa dipenuhi, dari sisi hulu, tugas Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Dengan demikian, sirkulasi perekonomian di desa tumbuh, dan dengan sendirinya mengurangi produk pangan impor,” ujar Said dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).
Said menilai arsitektur besar perekonomian tersebut seharusnya dipahami secara utuh oleh seluruh jajaran pemerintah, termasuk BUMN.
Rencana impor mobil niaga dalam jumlah besar dinilai tidak sejalan dengan upaya memperkuat rantai pasok dan industri nasional.















