Karenanya, program vaksinasi harus lebih ditingkatkan daya jangkaunya.
Untuk itu, pemerintah perlu menambah tenaga vaksinasi sebanyak mungkin termasuk sarpras pendukungnya.
Apalagi, sejak dicanangkan pertengahan Januari 2020 hingga per 1 Maret penerima dosis pertama vaksinasi berjumlah 1.720.523 penduduk penerima dosis pertama vaksinasi.
Padahal targetnya 181,5 juta penduduk.
“Kalau kita mau menuntaskan vaksinasi dalam setahun, maka sebulan harus mampu menjangkau 15.125.000 penduduk,” terangnya.
Dengan melihat realisasi yang ada, daya jangkau bulanan dalam menjalankan vaksinasi sangat kurang.
“Kita harus mengejar target maksimal vaksinasi sebagai usaha menjemput momentum pemulihan ekonomi. Sebab keberhasilan vaksinasi dengan dukungan anggaran Rp 104 triliun ini menjadi pertaruhan ekonomi kita kedepan,” pungkasnya.













