“Saya sendiri pada berbagai kesempatan pertemuan Parlemen Internasional di IPU, P20, AIPA selalu mendorong dikembangkannya budaya damai (culture of peace) dan menolak penggunaan kekerasan dalam penyelesaian sengketa,” terang Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.
Sejalan dengan yang dilakukan Imam Besar Ahmed, Puan menegaskan DPR akan terus berkontribusi memperjuangkan perdamaian melalui upaya menyebarkan nilai persaudaraan dan kemanusiaan. Kemudian, kata Puan, dengan mempromosikan pengertian tentang moderasi dalam kehidupan beragama.
“Menyebarkan nilai toleransi yang dapat menerima perbedaan, dan hidup berdampingan, serta menyebarkan saling pengertian agar tidak memicu kebencian serta permusuhan antarumat beragama,” tambah mantan Menko PMK itu.
Selain berbicara mengenai perihal toleransi dan isu global, Puan juga menyinggung mengenai isu perempuan dalam politik.
Ia menyatakan Indonesia terus berkomitmen terhadap kesetaraan gender, meski masih tetap saja banyak tantangan yang harus dihadapi perempuan. “Tidak mudah perempuan menjadi pemimpin politik,” tutur Puan.
Menyambung pernyataan Puan, Imam Besar Ahmed menegaskan dukungannya terhadap perempuan.
Ia juga memuji Puan yang berhasil menjadi Ketua DPR perempuan pertama di Indonesia. “













