Bila pemerintah mempunyai kewajiban melayani masyarakat maka menurut Zulkifli Hasan, rakyat juga memiliki kewajiban memilih pemimpin yang baik. “Pilih pemimpin yang baik, jangan pilih pemimpin karena sembako”, tegasnya. “Bila salah memilih pemimpin itu beresiko”, tambahnya. Untuk itu dirinya mengajak KAHMI untuk menjadi pelopor di bidang persatuan, ekonomi, maupun bidang lainnya.
Koordinator Presidium KAHMI, Siti Zuhro, dalam kesempatan sebelumnnya menuturkan di tahun politik, diharap semua tak membahas masalah politik saja. “Kita juga perlu membahas soal ekonomi kerakyatan”, ujarnya. Dipaparkan Indonesia sebenarnya negara yang kaya namun dilihat dari indeks kebahagian dan ekonomi, masih kalah dibanding dengan negara-negara Asia. “Kita harus mengupayakan minimal setingkat dengan negara-negara ASEAN”, tuturnya. Ditegaskan agar anggota KAHMI ikut membangun ekonomi ummat. “Saatnya kita berkontribusi pada bangsa dan negara”, tambahnya.
Siti Zuhro mengatakan, KAHMI berharap pasangan Capres dan Cawapres yang ada mempunyai visi dan misi ekonomi yang tidak melambung-lambung. “Paling penting visi dan misi ekonomi mereka harus membumi”, tegasnya. Dipaparkan saat ini ada sekitar 122 daerah yang gagal mengelola jalannya pemerintahan. Untuk itu KAHMI tegas mengatakan kita jangan gegap gempita saja dalam Pemilu namun juga harus gegap gempita dalam mensejahterakan rakyat. ***













