Zulkifli mengatakan, demo atau unjuk rasa adalah hak setiap warga negara yang harus dihormati. Yang terpenting adalah, unjuk rasa dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab, menghormati hak orang lain di sekitar tempat unjuk rasa, dilakukan dengan tetap menjunjung tinggi kesantunan dan kesopanan serta menjauhi segala potensi dan riak-riak anarkisme. “Segala potensi anarkis harus dihindari,” cetusnya
Aksi unjuk rasa, lanjut Zulkifli, harus juga tetap mengedepankan rasa pesatuan dan kesatuan bangsa. Harus betul- betul menjaga keutuan NKRI. Hasil unjuk rasa adalah untuk semua dan untuk kepentngan serta kemaslahatan bersama. “Sebagai Pimpinan MPR RI sebagai penjaga konstitusi, penjaga kebhinnekaan, pengawal persatuan dan NKRI, kami berharap masyarakat yang berdemo bisa menyampaikan pesan demo dengan jelas dan terang sehingga bisa diterima dengan baik dan pelaksanaan demo bisa berlangsung tertib, elegan dan damai sehingga tidak menganggu ketenteraman masyarakat,” ujarnya.
Diutarakan Zulkifli, rakyat juga harus menghargai segala upaya Presiden RI yang bersungguh-sungguh menyelsaikan masalah tersebut. Presiden RI Joko Widodo dalam upayanya tersebut, telah mengundang ormas-ormas Islam dan para alim ulama dan mengungkapkan bahwa kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan oleh Ahok, akan diproses sesuai hukum yang berlaku, Presiden bahkan menjamin proses hukum berjalan sesuai peraturan yang ada. “Upaya Presiden ini patut kita semua hargai. Kapolri juga sudah megirimkan surat undangan kepada Ahok untuk dilakukan pemeriksanan pada hari Senin nanti,” paparnya.














