BALI-Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal (Purn) Dr Moeldoko melakukan panen padi varietas M 70 D di Subak Delod Belang, Desa Singapadu Kaled, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, Jumat (18/3).
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) ini didampingi Ketua DPD HKTI Bali, I Made Edi Wirawan, Anik Wijaya selaku Pembina Desa Singapadu dan BPO HKTI Bali.
Hadir juga dalam acara panen ini Anak Agung Gde Mayun, SH Wakil Bupati Gianyar, Ir. Made Sutapa sebagai pendamping dari Kampus Wamadewa serta para pengurus daerah HKTI Bali.
Kegiatan panen tersebut juga diisi dengan demo aplikasi pupuk organik atau pestisida nabati dengan menggunakan teknologi pertanian alat spray drone di Subak Kalangan Samu dan penyerahan secara simbolis alat pencacah sampah organik kepada kelompok masyarakat pengolah sampah.
Pada kesempatan tersebut, Moeldoko mengatakan jika padi varietas M 70 D tercipta melalui riset yang panjang. Termasuk melakukan uji coba ketahanan padi tersebut terhadap serangan hama.
“M 70 D ini cukup kuat terhadap hama, berbagai hama kita masukkan dalam uji coba. Yang berhasil tetap tumbuh ini terus kita kembangkan. Risetnya tidak gampang, butuh waktu lama,” tegasnya.
Selain cukup kuat terhadap hama, masa panen padi ini juga cukup singkat dibandingkan bibit padi lainnya yakni hanya 70 hari.













