Selain itu hasil panen juga memuaskan yakni rata-rata diatas 8 ton per hektar.
“Saya pastikan M 70 D (panennya) diatas 8 ton per hektar dengan catatan petani sungguh-sungguh ikuti aturan tanamnya. Jangan sampai ada kegagalan, apalagi air disini bagus,” ujarnya dihadapan para petani di Subak Delod Belang.
Lanjut Moeldoko menjelaskan, padi varietas M 70 D ini kini paling diminati pedagang beras karena banyak dicari oleh masyarakat.
“Menurut warung-warung itu kalau padi biasa sekilonya jadi 10 piring, M 70 D sekilonya jadi 12 piring. Jadi warung-warung untung beli padi ini,” tukasnya.
Ditambahkan oleh Ketua HKTI Bali, I Made Edi Wirawan, jika demplot padi varietas M 70 D ini sudah dilakukan di seluruh Bali dan hasilnya sangat memuaskan yakni rata-rata diatas 8 ton.
“Sehingga HKTI akan terus bersinergi sehingga apa yang menjadi harapan bisa terwujud, termasuk satu subak di Singapadu kedepannya untuk pakar-pakar kami di HKTI melakukan pendampingan terkait penanaman M 70 D,” ungkapnya.
Menurut Pembina Desa Singapadu Anik Wijaya, panen padi M70D seluas 100 hektar di Desa Singapadu Kaler dengan Teknologi Bugar Gembur Tanah bisa meningkatkan produksi padi n pendapatan petani sebesar 30%.
Dan untuk tahun 2022 ini akan ditanam seluas 250 hektar dengan pembelian gabah oleh Bumdesa dan tidak lagi penjualan gabah petani ke tengkulak.













