ADVERTISEMENT
Berita Moneter
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity
  • Login
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Berita Moneter
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
  • KEUANGAN
  • MAKROEKONOMI
  • NASIONAL
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
Home Makroekonomi

Keuangan Negara Memburuk, ‘Cetak Uang’ Berlanjut

gatti Reporter : gatti
15 Mar 2022, 12 : 06 AM
3k 190
0
Jasmerah merupakan pesan yang masih sangat relevan sampai saat ini. Karena para elit bangsa Indonesia cenderung meninggalkan sejarah. Melupakan sejarah.

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Dr Anthony Budiawan

3.2k
SHARES
6.3k
VIEWS
ADVERTISEMENT

Oleh: Anthony Budiawan

Defisit anggaran 2020 tercatat Rp956 triliun. Sekitar 37 persen dari Belanja Negara Rp2.589 triliun.

Atau hampir sama besar dengan penerimaan pajak negara sebesar Rp1.070 triliun.

BacaJuga :

Dari All Time High ke Investasi Cerdas: Apa Arti Rekor IHSG Bagi Investor?

Agrinas Tak Perlu Impor Mobil Niaga

Scroll untuk lanjutkan membaca.

Meskipun defisit “hanya” Rp956 triliun, tetapi penarikan utang neto mencapai Rp1.227 triliun.

Ada selisih Rp270 triliun, untuk apa?

Defisit anggaran 2020 ini sekitar 6,3 persen dari PDB. Tidak masalah. Karena sejak 2020, batasan peraturan defisit 3 persen dari PDB sudah tidak berlaku.

Karena sudah dibatalkan oleh PERPPU No 1 Tahun 2020 yang disahkan menjadi UU No 2 Tahun 2020, sehingga defisit anggaran menjadi tidak terbatas.

Maka, target defisit anggaran 2021 juga tinggi, Rp1.006 triliun, atau sekitar 5,7 persen dari perkiraan PDB. Untuk Corona, katanya.

Tetapi, penarikan utang 2021 ditargetkan Rp1.177 triliun. Untuk corona juga?

Pertumbuhan defisit dan utang negara ini sepertinya sudah di luar terkendali. Bayangkan, utang negara pada akhir 2014 baru Rp2.608,8 triliun.

Kini menggelembung menjadi sekitar Rp6.000 triliun. Naik sekitar Rp3.400 triliun.

Kenaikan utang negara yang di luar kendali ini sangat membebani perbankan (dan perekonomian) nasioanl.

Karena sepertinya sektor perbankan menjadi target untuk membeli surat utang negara, yang bisa berdampak negatif pada kredit (kepada pihak ketiga).

Porsi kepemilikan surat utang negara di tangan perbankan nasional naik tajam, dari Rp204 triliun pada akhir 2014 (setara 5,6 persen dari total kredit) menjadi Rp607 triliun pada akhir 2019 (setara 10,8 persen dari total kredit), dan naik lagi Rp505 triliun menjadi Rp1.112 triliun per akhir Oktober 2020.

Dengan demikian, terjadi kenaikan rata-rata 32,6 persen per tahun (compound) selama 6 tahun: sejak akhir 2014 hingga akhir Oktober 2020.

Sebaliknya, kredit perbankan untuk periode yang sama hanya naik rata-rata 6,9 persen per tahun. Bahkan kredit hingga November 2020 turun Rp167 triliun.

Dana perbankan nasional yang tersedot untuk membeli surat utang negara mengakibatkan pertumbuhan kredit dan investasi swasta melambat. Crowding out. Berbahaya bagi pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.

Selanjutnya Bank Indonesia dijadikan kasir. Pemerintah mewajibkan Bank Indonesia untuk menanggung defisit anggaran yang terus menggelembung ini, dengan nama burden sharing.

Bank Indonesia dipaksa melalui PERPPU tersebut di atas untuk membeli surat utang negara baik di pasar primer secara langsung maupun sebagai non-competitive bidder.

Jumlahnya untuk tahun 2020 mencapai Rp650 triliun, dari defisit Rp 956 triliun.

Dan sebagian besar tanpa bunga. Artinya, Bank Indonesia sebenarnya yang menanggung sebagian besar defisit anggaran pemerintah tersebut.

Dan ini akan membebani neraca Bank Indonesia. Akan menyeret Bank Indonesia menjadi tidak sehat.

Meninggalkan bom waktu yang pada saatnya akan meledak. Pemerintah berprestasi, Bank Indonesia gigit jari.

Defisit anggaran yang besar menjadi beban ekonomi. Karena ekonomi Indonesia relatif sangat kecil dibandingkan anggaran defisit dan utang.

Total aset perbankan nasional (umum) per akhir 2019 hanya Rp8.563 triliun.

Kemudian total aset naik Rp499 triliun menjadi Rp9.062 triliun per akhir September 2020.

Kenaikan aset ini dikhawatirkan bubble saja, atau penggelembungan, akibat pembelian surat utang negara Rp505 triliun.

Money Creation

Padahal sebenarnya tidak ada kenaikan yang riil. Money creation, atau ‘cetak uang’ juga.

Artinya, neraca perbankan membesar dan menggelembung bukan dari hasil surplus ekonomi. Tetapi dari penciptaan bubble kredit pembelian surat utang negara.

Halaman :
12Berikutnya
Tags: Anthony Budiawancetak uangdefisit melebarKeuangan Negara MemburukMoney creationPERPPU No1/2020Political Economy and Policy Studies
Share1290Tweet806SendSharePin290Share226
Berita Sebelumnya

Presiden: Vaksinasi Menunggu Izin Penggunaan Darurat BPOM dan Fatwa MUI

Berita Selanjutnya

Fatwa MUI: Vaksin Covid-19 Produksi Sinovac Halal dan Suci

Berita Terkait

Regulasi Pemilu di Masa Pandemi
Opini

Pembangunan Hukum Pemilu dan Peradaban Demokrasi

25 Feb 2026, 3 : 39 PM
Ketua Banggar DPR RI Minta Agrinas Tak Perlu Impor Mobil Niaga Dari India
Makroekonomi

Ketua Banggar DPR RI Minta Agrinas Tak Perlu Impor Mobil Niaga Dari India

25 Feb 2026, 2 : 36 PM
Menua Bahagia Bersama Pasangan
Opini

Dari All Time High ke Investasi Cerdas: Apa Arti Rekor IHSG Bagi Investor?

25 Feb 2026, 2 : 17 PM
Pertahanan Semesta Presiden Prabowo
Opini

Agrinas Tak Perlu Impor Mobil Niaga

25 Feb 2026, 5 : 28 AM
Obligasi Daerah dan Masa Depan Kemandirian Fiskal NTT
Opini

Obligasi Daerah dan Masa Depan Kemandirian Fiskal NTT

24 Feb 2026, 2 : 39 PM
Mega Manunggal Property (MMLP) Catat Pendapatan Rp355,65 Miliar pada 2025, Naik 3,59%
PROPERTI

Mega Manunggal Property (MMLP) Catat Pendapatan Rp355,65 Miliar pada 2025, Naik 3,59%

24 Feb 2026, 11 : 37 AM
Berita Selanjutnya
Fatwa MUI: Vaksin Covid-19 Produksi Sinovac Halal dan Suci

Fatwa MUI: Vaksin Covid-19 Produksi Sinovac Halal dan Suci

Waspadai Konten Radikalisme di Platform Virtual dan Medsos

Waspadai Konten Radikalisme di Platform Virtual dan Medsos

Presiden Kembali Serahkan BMK  Rp2,4 Juta Bagi Pelaku UMK

Presiden Kembali Serahkan BMK Rp2,4 Juta Bagi Pelaku UMK

Berita Populer

  • Haryanto Badjoeri, Pensiunan Pejabat DKI yang Tak Pernah Sepi Hatinya

    Haryanto Badjoeri, Pensiunan Pejabat DKI yang Tak Pernah Sepi Hatinya

    3289 shares
    Share 1316 Tweet 822
  • IHSG Pagi Ini Melejit 1,23% ke 8.373,237 Berkat Saham BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, UNVR, ASII, BUMI dan GOTO

    3258 shares
    Share 1303 Tweet 815
  • Minta Restu RUPSLB, Matahari Siap Gelar Right Issue 24 Miliar Saham

    3242 shares
    Share 1297 Tweet 811
  • Luncurkan GMA Affiliate Mega Pro, Gus Choi: Bisnis Gotong Royong Untuk Mencapai Kesejahteraan

    3542 shares
    Share 1417 Tweet 886
  • Ekspansi ke Jogjakarta, PT Garda Nusa Nipa Bangun Jejaring dan Silaturahmi ke Lingkungan Kraton

    3241 shares
    Share 1296 Tweet 810

Opini

Maret 2026, Wahana Inti Selaras Rilis Obligasi Rp1,826 Triliun

Maret 2026, Wahana Inti Selaras Rilis Obligasi Rp1,826 Triliun

26 Feb 2026, 12 : 09 PM
Bakrie anda Brothers

Tunggu RUPSLB, Bakrie and Brothers Gelar Right Issue Sebanyak 90 Miliar Saham

26 Feb 2026, 11 : 09 AM
Bank BRI Siap Terbitkan Obligasi Berwawasan Lingkungan Rp6 Triliun

BRI Bukukan Laba Bersih Rp56,65 Triliun pada 2025, Turun 5,5%

26 Feb 2026, 11 : 00 AM
IHSG

IHSG Pagi Ini Geser ke Zona Merah, Bareng Bursa Asia

26 Feb 2026, 10 : 49 AM
Motorola Solutions dan Harrisma Hadirkan Mag One X10d, Radio Komunikasi Profesional dengan Harga Kompetitif

Motorola Solutions dan Harrisma Hadirkan Mag One X10d, Radio Komunikasi Profesional dengan Harga Kompetitif

26 Feb 2026, 10 : 14 AM
Suar News
Facebook Twitter Instagram TikTok Telegram
Berita Moneter

BERITAMONETER.COM menjadi portal berita yang paling terdepan hadir diruang kerja anda dengan menyuguhkan berita akurat yang sangat diperlukan bagi para pengambil kebijakan.
© 2024 - ALL RIGHTS RESERVED.

REDAKSI KAMI

Ruko Vinewood Residence 2, Jl. Moch. Kahfi II, RT.9/RW.5, Srengseng Sawah, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640

TENTANG KAMI

  • About
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • IKLAN Advertorial
  • REDAKSI
  • indeks
  • Feed

© 2024 Berita Moneter - Berita Tentang Moneter Terlengkap Dan Terkini BeritaMoneter.Com.

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa Kata Sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity

© 2024 Berita Moneter - Berita Tentang Moneter Terlengkap Dan Terkini BeritaMoneter.Com.