Selain itu, jelasnya Yesus pasti menggunakan teknik public speaking yang canggih karena Dia bisa menyampaikan pesan kepada ribuan orang tanpa sound system seperti sekarang.
Beberapa situs yang dipilih Yesus di lereng bukit untuk berkhotbah bagi banyak orang antara lain bukit Delapan Sabda Bahagia, tempat Ia mengajar dan memperbanyak lima roti dan dua ikan di Betsaida, serta pidato tentang akhir zaman di bukit Zaitun. “Para pewarta mestinya mencontoh teladan Yesus dalam berpidato di depan orang banyak itu,” imbuhnya.
Yesus sesungguhnya adalah public speaker atau orator agung.
Ia mampu menarik perhatian ribuan massa dengan kata-kata-Nya. Ia menyampaikann pesan seperti kaidah public speaking yang sekarang dipelajari yakni singkat, jelas, to the point, ditambah dengan kemampuan Tuhan Yesus yang khas yakni penuh wibawa dan kuasa.
Pelatihan tiga hari tersebut difasilitasi oleh anggota Komisi Komsos KWI Errol Jonathans, seorang praktisi public speaker dari Surabaya. Para peserta mendapat pengetahuan tentang teknik komunikasi, berbicara di depan umum, latihan pernapasan, sampai praktek berbicara di depan kamera televisi.













