SLEMAN-Pertentangan antar umat beragama menjadi salah satu problem yang hingga kini masih eksis di Indonesia.
Adanya perbedaan menjadi salah satu alasan besar hingga saat ini masih ada stigma buruk satu sama lain.
Padahal pada kenyataannya hal tersebut tercipta karena adanya sekat dari masing-masing pandangan beragama.
Kiai Haji Sigit Hidayat Nuri, salah satu tokoh agama sekaligus pemilik Pondok Pesantren Sabilulhuda, Pakem, Sleman, Yogyakarta mengungkapkan hal itu dalam pertemuannya dengan rombongan tokoh Katolik Yogyakarta dalam kunjungan silaturahmi di pondoknya, Minggu (17/05/2020).
Mereka adalah Romo Ferdinandus Effendi Kusuma Sunur SJ yang keseharian berkarya sebagai Romo Mahasiswa dan di Kevikepan DIY, Romo Antonius Banu Kurnianto Pr selaku Romo Paroki Santa Maria Asumpta, Pakem, Sleman dan Benedictus Belariantata sebagai Ketua Ikatan Sarjana Katilik Indonesia Sleman.
Hadir dalam pertemuan tersebut Makruf Wahyu yang dikenal dengan sebutan Gus Makruf.
Menurut KH Nuri, perdebatan antar umat beragama masih disebabkan karena adanya sekat.
Sekat itulah yang kemudian disebut sebagai ‘zona nyaman’ dari masing-masing individu beragama.
Ia lantas memberi contoh bahwa pandangan atau anggapan miring mengenai satu agama kepada agama lainnya bisa muncul jika seseorang atau kelompok belum mengenal betul agama lainnya.












