Untuk investor dengan profil risiko moderat atau memiliki horizon investasi jangka menengah, sedikit porsi reksa dana saham tetap bisa dimanfaatkan sebagai booster untuk menggenjot kinerja portofolio investasi kita secara keseluruhan.
Misalkan 10% dari komposisi portofolio kita ditempatkan di reksa dana saham, maka sisanya bisa ditempatkan di investasi lainnya yang risikonya cenderung lebih rendah, seperti reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang.
Pilih perusahaan Manajer Investasi yang terpercaya
Manajer Investasi (MI) memiliki peranan yang sangat penting dalam mengelola dana investasi para investor reksa dana.
Oleh karena itu, kita harus mencari tahu rekam jejak MI yang akan mengelola dana kita. Cek legalitas MI di situs OJK(https://reksadana.ojk.go.id/Public/ManajerInvestasiList.aspx).
Kita juga bisa memeriksa rekam jejak MI melalui situs perusahaan MI maupun beragam artikel berita.
Selain itu, ada baiknya untuk mengetahui perusahaan yang terafiliasi dengan MI tersebut, para profesional di dalamnya, serta tata kelola perusahaan yang diterapkan di MI tersebut.
Cari tahu strategi pengelolaan
Ada banyak reksa dana saham yang bisa dipilih, masing-masing reksa dana saham memiliki strategi pengelolaan.















