Menurut Wan Razly, kinerja CIMB Niaga pada enam bulan pertama tahun 2013 berhasil mencatatkan perolehan laba bersih konsolidasi (unaudited) sebesar Rp2,13 triliun, meningkat 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di tengah iklim usaha yang menantang, baik di tingkat global maupun di dalam negeri, ditambah dengan kenaikan suku bunga dan tekanan inflasi akibat kenaikan harga BBM, CIMB Niaga tetap dapat mempertahankan pertumbuhan dalam penyaluran kredit dan pengumpulan dana pihak ketiga.
Per 30 Juni 2013, CIMB Niaga telah menyalurkan kredit sebesar Rp150,95 triliun, meningkat 10% dibandingkan periode yang sama tahun 2012. Adapun dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 9% menjadi Rp149,94 triliun dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp137,59 triliun.
Wan Razly menambahkan, untuk mencapai target pertumbuhan perusahaan tahun ini, CIMB Niaga telah menerapkan sejumlah strategi. Antara lain fokus pada bisnis yang bermarjin tinggi, seperti kredit untuk segmen usaha mikro kecil/UMK (Mikro Laju), dan segmen usaha kecil menengah/UKM (kredit Small Medium Enterprise), serta bisnis kartu kredit; meningkatkan dana murah untuk menjaga likuiditas; dan mempercepat proses persetujuan kredit kepada nasabah.














