Hal ini tercemin dari capaian nilai ekspor produk kakao olahan nasional pada tahun 2020 sebesar USD1,12 miliar atau naik dibanding tahun sebelumnya yang mencapai USD1,01 miliar.
Produk kakao olahan yang diekspor tersebut, dalam bentuk liquor, butter, bubuk, dan cake.
“Negara tujuan utama ekspor kakao olahan Indonesia, di antaranya ke Amerika Serikat, Belanda, India, Jerman dan China,” sebut Putu.
Produk kakao olahan Indonesia dinilai berdaya saing di kancah global karena industrinya telah memiliki standar internasional.
Bahkan, produk kakao olahan Indonesia seperti cokelat memiliki cita rasa yang khas.
Hal ini karena telah didukung dengan pemanfaatan teknologi modern sehingga terciptanya inovasi produk yang unik dan beragam sesuai selera konsumen saat ini.
“Kami juga turut mendorong untuk penggunaan teknologi industri kakao yang inovatif, efektif dan ramah lingkungan sehingga produktivitas dan kualitias kakao Indonesia meningkat,” imbuhnya.
Saat ini, desain kemasan dan bentuk produk kakao olahan Indonesia juga sudah banyak yang menarik sehingga punya nilai jual yang tinggi di pasar domestik dan mancanegara.
Putu menjelaskan, produk-produk kakao olahan merupakan bahan baku untuk menghasilkan produk makanan dan minuman berbasis cokelat seperti permen cokelat, biskuit, wafer, roti, dan es krim.














