Produk tersebut dihasilkan oleh industri pengolahan skala besar serta sektor industri kecil dan menengah (IKM).
“Produk kakao olahan seperti cokelat sangat bermanfaat bagi kesehatan, antar lain karena tingginya antioksidan, sehingga mengurangi resiko serangan jantung dan stroke, menurunkan tekanan darah, memperbaiki fungsi otak, serta mengurangi gejala depresi,” sebutnya.
Manfaat kemitraan
Putu menambahkan, industri pengolahan kakao ikut berperan penting dalam menumbuhkan wirausaha industri baru, seperti IKM cokelat.
Selain itu meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para petani kakao yang menjadi mitra perusahaan pengolahan kakao.
“Contohnya PT Aneka Coklat Kakao, perusahaan asli Indonesia yang beroperasi di Bandar Lampung,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja di PT Aneka Coklat Kakao, Bandar Lampung, beberapa waktu lalu.
Perusahaan yang berdiri sejak tahun 2013 ini memproduksi fine chocolate products, dengan bisnis proses “Farmer to Bar”, yang memiliki sumber penyedia biji kakao di Lampung, Bali, dan Sulawesi. Saat ini, sudah ada sekitar 1.000 lebih petani yang bekerjasama dengan PT Aneka Coklat Kakao, dan ditargetkan akan mencapai 2.000 petani.
Sistem farmer to bar yang diterapkan PT Aneka Coklat Kakao terdiri dari training, harvesting (panen), fermentasi, pengeringan, sorting, roasting, winnowing (pemisahan biji dengan cocoa shell), grinding/refining, tempering/molding, dan wrapping.














