JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk(BBTN) melaporkan, sepanjang 2024 perseroan mampu mencatatkan praktik intermediasi yang solid, sehingga pada tahun ini diyakini kinerja penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) akan secara konsisten bertumbuh.
Corporate Secretary BTN, Ramon Armando mengatakan, kinerja solid perseroan pada sisi pembiayaan perumahan diyakini mampu berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi melalui sektor perumahan.
Terlebih lagi, lanjut dia, sektor ini mempunyai dampak turunan terhadap 181 sub-sektor pendukung, seperti industri semen, batu bata, keramik hingga genteng.
“Belum ditambah lagi tenaga kerja yang bisa diserap sektor perumahan mencapai sekitar 500.000 setiap tahunnya,” ujar Ramon dalam siaran pers BBTN yang dikirim melalui surat elektronik, Senin (24/2).
Hingga akhir 2024, ungkap Ramon, BBTN tercatat membukukan penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp357,97 triliun atau bertumbuh 7,3 persen (year-on-year).
Penyaluran kredit BTN di 2024, terutama didorong bisnis KPR Subsidi maupun Non-subsidi, seiring dengan peningkatan permintaan kepemilkan rumah.
Hingga akhir Desember 2024, penyaluran KPR Subsidi mencapai Rp173,84 triliun atau meningkat 7,5 persen (y-o-y), sedangkan KPR Non-subsidi bertumbuh 10,2 persen (y-o-y) menjadi Rp105,95 triliun.














