Dari sisi neraca keuangan, INAF memiliki total aset per September 2025 sebesar Rp581,55 miliar, turun 5,9% dari Rp618,15 miliar per Desember 2024. Jumlah liabilitas INAF per September 2025 sebesar Rp1,47 triliun. Perseroan masih mencatat defisiensi modal atau modal negatif Rp890,93 miliar per September 2025. Ini turun dibanding modal negative Rp1,14 triliun per Desember 2024.
INAF merupakan produsen produk farmasi, termasuk generik, peralatan, dan mesin. Bermula pada tahun 1918 sebagai produsen salep dan pembalut kain kasa di Rumah Sakit Pusat Pemerintah Hindia Belanda. Pada tahun 1931, perusahaan ini mulai memproduksi tablet dan suntikan, dan memindahkan unit produksinya dari rumah sakit.
Pada tahun 1942, perusahaan ini diambil alih oleh pemerintah Jepang. Kemudian pada tahun 1950 diambil alih oleh pemerintah Indonesia. Statusnya berubah menjadi perusahaan publik pada tahun 1981, dan terus berkembang dari tahun ke tahun dengan membangun pabrik, memperluas jangkauan produk, dan mendirikan anak perusahaan. Perusahaan ini melakukan IPO tahun 2001.














