JAKARTA-Pada Tahun Buku 2021, kinerja keuangan PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) mencatatkan kerugian sebesar Rp37,58 miliar, padahal setahun sebelumnya perseroan masih mampu membukukan laba bersih senilai Rp27,58 juta.
Berdasarkan laporan keuangan INAF yang dikutip Kamis (21/4), sepanjang tahun lalu anak usaha PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) ini berhasil mencatatkan kenaikan nilai penjualan bersih sebesar 69,59 persen (year-on-year) menjadi Rp2,9 triliun.
Seiring dengan peningkatan penjualan tersebut, beban pokok penjualan yang dicatatkan INAF di 2021 juga mengalami lonjakan sebesar 87,02 persen (y-o-y) menjadi Rp2,45 triliun.
Sehingga, laba bruto pada tahun lalu menjadi Rp451,65 miliar.
Sementara itu, laba usaha INAF di sepanjang 2021 tercatat senilai Rp51,98 miliar atau lebih rendah dibanding setahun sebelumnya yang sebesar Rp58,17 miliar.
Penurunan laba usaha ini dipengaruhi oleh peningkatan beban penjualan, beban umum dan administrasi, serta kerugian lain-lain (neto).
Adapun jumlah laba sebelum pajak penghasilan untuk periode yang berakhir 31 Desember 2021 tercatat senilai Rp8,77 miliar atau jauh lebih rendah dibanding periode yang sama di 2020 yang sebesar Rp18,08 miliar.
Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) untuk Tahun Buku 2021 yang sebesar Rp46,34 miliar, maka INAF mencatatkan rugi tahun berjalan sebesar Rp37,57 miliar.














