JAKARTA-PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) atau Smart pada Kuartal I-2020 mencatatkan rugi bersih mencapai Rp1,41 triliun.
Padahal di periode yang sama di 2019 perseroan mampu membukukan laba bersih senilai Rp479 miliar.
Laporan kinerja laba-rugi tersebut disampaikan Smart dalam agenda Public Expose usai RUPS Tahunan SMAR di Jakarta, Rabu (15/7).
Selama tiga bulan pertama tahun ini, penjualan bersih SMAR bertumbuh 2 persen menjadi Rp9,62 triliun, terutama disebabkan oleh kenaikan harga jual rata-rata selama periode berjalan yang sebagian diimbangi pula penurunan kuantitas penjualan.
Sementara itu, laba usaha dan EBITDA menurun menjadi masing-masing Rp127 miliar dan Rp502 miliar, karena dipengaruhi kenaikan beban penjualan dengan adanya pajak dan pungutan ekspor yang mulai dikutip kembali sejak awal 2020, serta kenaikan harga bahan baku.
Dengan demikian, pada Kuartal I-2020 perseroan mencatat rugi bersih sebesar Rp 1,41 triliun yang disebabkan oleh rugi selisih kurs sebesar Rp1,96 triliun dibandingkan laba selisih kurs sebesar Rp195 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Rugi selisih kurs ini sebagian besar belum terealisasi yang timbul dari translasi pinjaman berdenominasi dollar AS ke rupiah.













