Pada RUPS Tahunan hari ini, para pemegang saham menyetujui untuk tidak membagikan dividen final untuk Tahun Buku 2019. Hal ini diputuskan dengan mempertimbangkan kondisi terkait ketidakpastian kondisi ekonomi dunia di tengah pandemi Covid-19.
Menurut Wakil Direktur Utama dan Sekretaris Perusahaan SMAR, Jimmy Pramono, sejauh ini harga pasar CPO masih terlindung dari penurunan harga minyak mentah yang didukung oleh kegunaannya sebagai bahan pangan pokok.
“Meskipun demikian, fluktuasi harga akan tetap terjadi, terutama di tengah ketidakpastian akibat pandemi Covid-19,” ujar Jimmy.
Dia mengatakan, saat ini harga CPO didukung oleh terbatasnya produksi di 2020, akibat kekeringan pada 2010.
“Kami berpendapat harga CPO akan tetap kuat, terutama di saat pandemi berakhir nanti. Fundamental minyak sawit dalam jangka panjang tetap baik sebagai minyak sayur yang paling banyak dikonsumsi dan didukung kegunaannya yang beragam, serta biaya produksi yang rendah,” paparnya.
Per 31 Maret 2020, luas area tertanam SMAR seluas 137.300 hektar yang terdiri dari 106 hektar area inti dan selebihnya adalah area plasma.
Dari total area tertanam tersebut, seluas 132.000 hektar merupakan area menghasilkan dan seluas 5.300 hektar merupakan area belum menghasilkan.













