Selain itu, menurut Direksi, PBSA juga akan meningkatkan pendapatan konstruksi di sektor konstruksi industrial non-Kelapa Sawit serta memaksimalkan anak usaha yang telah dibentuk. Antara lain, PT Paramita Multi Sarana (PMS) yang bergerak di bidang perdagangan, PT Paramita Andalan Struktur (PAS) yang menjalankan kegiatan usaha di bidang konstruksi baja, serta anak usaha Perseroan yang baru didirikan tahun 2024 yaitu PT Plaza Paramita Sejahtera (PPS).
PPS akan mengelola dan menyewakan gedung kantor milik Perseroan bernama Plaza Paramita yang terletak di Jakarta Pusat. “Dengan strategi tersebut, PBSA, optimis dapat meraih target yang telah ditetapkan,” kata Direksi Perseroan.
Sekedar informasi, PT Paramita Bangun Sarana Tbk (”PBSA”), berdiri di tahun 2002, dengan menjalankan kegiatan usaha utama dalam bidang konstruksi, sipil, mekanikal, elektrikal dan infrastruktur.
Perusahaan ini secara konsisten dan kontinyu terus berusaha untuk mencapai tujuan sebagai kontraktor EPC (Engineering, Procurement and Construction). PBSA melakukan IPO (initial public offering) dan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 28 September 2016.















