JAKARTA-PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) selama enam bulan pertama tahun ini, mampu membukukan laba bersih mencapai Rp301,02 miliar.
Padahal di Semester I-2020 perseroan masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp12,1 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta, Rabu (4/8), perolehan laba bersih PRDA tersebut ditopang oleh jumlah pendapatan bersih perseroan di Semester I-2021 yang melonjak menjadi Rp1,24 triliun dari Rp657,29 miliar pada periode yang sama di 2020.
Seiring dengan peningkatan pendapatan, selama enam bulan pertama tahun ini jumlah beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp471,42 miliar dari Rp319,45 miliar di Semester I-2020.
Maka, laba bruto PRDA pada paruh pertama tahun ini menjadi sebesar Rp766,94 miliar.
Sementara itu laba usaha PRDA di Semester I-2021 tercatat sebesar Rp365,54 miliar atau berbalik positif dibanding Semester I-2020 yang mengalami rugi usaha mencapai Rp36,88 miliar.
Selama enam bulan pertama tahun ini, pendapatan keuangan Prodia sebesar Rp17,36 miliar, sedangkan beban keuangan senilai Rp1,74 miliar.
Sehingga, pada paruh pertama 2021 jumlah laba sebelum pajak yang dihasilkan perseroan menjadi sebesar Rp381,15 miliar atau berbanding terbalik dengan kinerja di Semester I-2020 yang mencatatkan rugi sebelum pajak sebesar Rp16,8 miliar.














