JAKARTA,BERITAMONETER.COM – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk(SRTG) selama sembilan bulan pertama tahun ini, menderita rugi bersih Rp2,43 triliun atau berbanding terbalik dengan kinerja income statement di 9M24 yang meraih laba bersih Rp5,22 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan SRTG untuk periode berakhir 30 September 2025 yang dikutip Rabu (5/11), emiten milik pengusaha Edwin Soeryadaya ini menderita kerugian (neto) atas investasi saham dan Efek lainnya sebesar Rp4,31 triliun, memburuk dibandingkan 9M24 yang bisa meraup keuntungan Rp5,02 triliun.
Kinerja keuangan SRTG di periode Januari-September 2025 semakin tertekan oleh penurunan penghasilan dividen dan bunga sebesar 15,66 persen (y-o-y) menjadi Rp1,4 triliun.
Di sisi lain, beban Bungan di 9M25 justru membengkak 24,17 persen y-o-y) menjadi Rp132,91 miliar.
Pada tiga kuartal pertama di 2025, SRTG mengalami rugi sebelum pajak penghasilan Rp3,21 triliun atau berbanding terbalik dengan periode Januari-September 2024 yang bisa meraup laba sebelum pajak penghasilan Rp6,37 triliun.
Dengan adanya manfaat pajak penghasilan (neto) per Kuartal III-2025 yang sebesar Rp778,73 miliar, maka rugi periode berjalan yang dicatatkan Sartoga menjadi Rp2,43 triliun atau berbanding terbalik dengan kondisi di 9M24 yang meraih laba periode berjalan Rp5,22 triliun.














